RSS

Pola Manajemen Koperasi

30 Des

BAB VI

Pola Manajemen Koperasi

 

I. Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and someof its Problems” yang mengatakan bahwa :“Cooperation is an economicsystem with social content”.

Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsipprinsipekonomi dengan melandaskan pada azas azas koperasi yang mengandung unsur-unsursosial di dalamnya.

Unsur sosial yang terkandung dalam prinsipkoperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam:

§         Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.

§         Kesukarelaan dalam keanggotaan

§         Menolong diri sendiri (self help)

§         Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity)

§         Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.

§         Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.

 

Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

 

Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:

a.       Anggota

b.      Pengurus

c.       Manajer

d.      Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan

 

menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah:

a.       Rapat anggota

b.      Pengurus

c.       Pengawas

 

 

II. Rapat Anggota

Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.

 

Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan:

a.       Anggaran dasar

b.      Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi

c.       Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas

d.      Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya

e.       PembagianSHU

f.        Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

III. Pengurus Koperasi

Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:

1)      Pusat pengambil keputusan tertinggi

2)      Pemberi nasihat

3)      Pengawas atau orang yang dapat dipercaya

4)      Penjaga berkesinambungannya organisasi

5)      Simbol

 

 

IV. Pengawas

Tugas pengawas adalah melakukan emeriksaan terhadap tata kehidupan operasi, termasuk organisasi, usaha-usaha an pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.

 

 

V. Manajer

Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah,bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).

VI. Pendekatan Sistem pada Koperasi

Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:

1)      organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat social (pendekatan sosiologi).

2)      perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).

 

 

Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem

Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.

 

ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7224/EKOP+7%268

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2010 in Ekonomi Koperasi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: