RSS

Kumpulan Kasus Century

20 Mei

Kasus Bank Century baru timbul pada akhir tahun 2008, dimana para politikus dan media sedang sibuk terkonsentrasi menghadapi pemilihan caleg April 2009 dan pilpres Juli 2009 sehingga kurang perhatian thd masalah lain. Masing2 partai terkonsentrasi untuk memenangkan pada pilpres dan bagi partai lain yg tidak memenuhi persyaratan pilpres sibuk mengatur mau ” nempel ” dimana.

Begitu selesai pilpres dan presiden / wapres dilantik , maka partai2 / golongan yg kurang puas mulai berusaha untuk mencapai ” tujuan ” dengan memanfaatkan kasus Bank Century.
Terlihat jelas mulai dari inisiator, aktivitas tim 9, rapat pemilihan ketua pansus serta beberapa komentar dari mereka arah pansus terlihat sasarannya .Apalagi setelah adanya usul penonaktipan Budiono dan Sri Mulyani antara lain dari Golkar ( Ical ) dan masalah Ical dan Sri Mulyani.
Bahkan ada komentar pengamat politik yg menyatakan Golkar yg kebetulan menjadi ketua Pansus Hak Angket mempunyai target untuk menurunkan Budiono dan Sri Mulyani dan diganti dari Golkar ( Ical menjadi wapres ).
Oleh karena itu marilah rakyat mengawasi jalannya rapat2 Pansus Hak Angket agar tidak menyimpang dari tujuan untuk membongkar pengucuran 6,7 triliun dan penikmat penikmatnya sehingga Pansus Hak Angket tidak digunakan hanya sebagai alat untuk mencapai kepentingan partai , golongan atau individu tertentu.

(sumber: google.com)

indosiar.com, Jakarta – Survei yang dilakukan oleh Indobarometer menunjukkan pengetahuan masyarakat terhadap kasus Century cukup tinggi yakni 77 ( tujuhpuluh tujuh) persen responden, mengalahkan respon masyrakat atas program seratus hari SBY – Boediono dan kasus Bibit dan Chandra.

58 ( lima puluh delapan) persen, masyrakat menilai kasus Century akibat salah kelola, bukan karena krisis keuangan internasional.

43 ( empatpuluh tiga persen) masyarakat melihat, Boediono dan Sri Mulyani adalah pihak yang bertanggung jawab atas pencairan dana itu, sementara SBY hanya mencapai angka 10 (sepuluh persen) persen.

Meski 36,6 persen menyatakan SBY dan keluarganya tidak menerima uang Century namun 48 persen menyatakan kasus ini bisa merusak citra SBY.

Masyarakan juga menaruh harapan besar kepada pansus Century DPR. 52,4 persen yakin pansus Century akan mengungkap kasus ini.

Lalu apa komentar politisi dan anggota pansus terkait survei yang mendukung mereka itu.

Masih soal kasus Century. Dalam sebuah diskusi Minggu (24/1/2010) siang di Jakarta, ada kesan bahwa pengusutan kasus Century akan digiring ke arah tindak pidana penipuan bank, sehingga penyelesaiannya hanya lewat undang-undang perbankan.

Dengan begitu nantinya yang akan diusut hanya pejabat Century saja.

Jika penyelesaiannya seperti itu, maka pihak-pihak di luar Century yang terlibat akan melenggang bebas. Karena itu Bambang Susatyo berharap pers dan masyarakat turut memantau perkembangan pengusutan kasus ini.(Tim Liputan/Ijs)

(sumber: google.com)

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang anggota tim 9 inisiator Pansus DPR untuk Hak Angket Bank Century, Bambang Soesatyo, memastikan, penggalangan dukungan hak menyatakan pendapat terus dilakukan. Penggalangan itu juga tidak terpengaruh posisi Aburizal Bakrie yang kini ditunjuk sebagai ketua harian mitra koalisi.

“Saya yakinkan, penggalangan hak menyatakan pendapat jalan terus. Saya salah satu yang akan terus melakukan penggalangan ini. Setidaknya, saya tidak akan berubah sikap dalam kasus Bank Century,” kata Bambang di Jakarta, Sabtu (8/5/2010).

Politisi Golkar itu mengatakan, sesuai keputusan Munas Golkar di Riau, kasus Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun harus diusut dan dituntaskan hingga ke akar-akarnya. Penuntasan termasuk soal aliran dana dan menentukan siapakah yang bertanggung jawab.

“Munas Golkar adalah keputusan tertinggi, tak ada seorang pun yang bisa memeti-eskan kasus Century, termasuk ketua umum,” ucap Bambang, merujuk pada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

(sumber:google.com)

MEDAN – Setelah lima tahun masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap berhasil dalam memimpin kedaulatan bangsa. Anggapan itulah yang membawa kembali SBY memenangkan pemilihan umum pada 6 Juli 2009 lalu, serta bukti cinta dan kepercayaan rakyat Indonesia terhadap sosok beliau.

Namun, setelah kembali memenangkan pemilu, SBY dihadapkan dengan beberapa kasus besar yang menyeret beberapa pejabat, yang hingga kini belum juga dapat diselesaikan oleh pemerintahannya. Sehingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan SBY-Boediono.

Beberapa kasus besar itu diantaranya, kasus Bank Century, dan maraknya kasus Makelar Hukum (Markus) yang beredar di kalangan para penegak hukum Indonesia.

Menanggapi hal itu, analis politik dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Al Munawarah, Ahmad Riza Siregar, kepada Waspada Online, malam ini, mengatakan, bahwa untuk segera mengembalikan kepercayaan masyarakat, pemerintah beserta jajarannya dan DPR harus bekerjasama dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut.

“Pemerintah dan DPR jangan ‘bertele-tele’ dalam menyelesaikan kasus-kasus itu,” katanya.

Untuk kasus Century, katanya, DPR yang mewakili rakyat Indonesia harus bekerja seobjektiv mungkin untuk dapat membongkar aliran dana Century, jangan mengutamakan kepentingan partai dalam menyelesaikan kasus itu. Walaupun lanjutnya, yang terjebak kasus itu adalah pejabat dari kalangan salah satu partai.

Tidak hanya sampai disitu, jelasnya, DPR seharusnya lebih tegas dalam mengadakan pengusutan terhadap kasus Century tersebut. Selain itu, DPR juga jangan dalam pemanggilan pihak-pihak terkait, termasuk pemanggilan presiden dengan mengedepankan kasus praduga tak bersalah.

“Tak perlu takut memanggil pihak-pihak yang sekiranya terkait kasus ini untuk memberi keterangan, termasuk presiden sekalipun, namun azas praduga tak bersalah tetap perlu dikedepankan”, pungkasnya.

(sumber:google.com)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2010 in Sosiologi Politik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: